Selamat Datang di Web SMK YMIK Jakarta

Sekolah Unggulan dan Favorit DKI Standar Nasional Akreditasi "A".

Selasa, 22 November 2016

Ujian Nasional Berbasis Komputer pertama kali diselenggarakan di SMK YMIK Jakarta Barat


Ujian Nasional Berbasis Komputer pertama kali diselenggarakan di SMK YMIK Jakarta Barat
Jakarta - Dikutip dari unbk.kemdikbud.go.id Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang disebut CBT adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
Untuk pertama kalinya SMK YMIK Jakarta Barat menyelenggarakan UNBK ini dengan berbagai persiapan yang semaksimal mungkin, antara lain persiapan pada hardware dan software perangkat komputer atau PC yang sangat dibutuhkan dalam UNBK ini.
Di SMK YMIK JAKARTA untuk Simulasi Pertama Pada Tanggal 28 November 2016 terbagi menjadi beberapa sesi. Dan untuk pelaksanaan UNBK diselenggarakan selama 4 hari sesuai dengan banyaknya mata pelajaran yang diujikan, dengan setiap mata pelajaran memiliki berbagai paket soal yang berbeda.
Memang secara teknis Ujian Nasional Tertulis lebih mudah dibandingkan dengan UNBK. Namun, secara sistematis UNBK memiliki kemudahan dibandingkan dengan UN tertulis.
Dari segi penilaian juga UNBK memiliki keunggulan dibanding UN tertulis, karena penilaian langsung dari pusat sehingga terhindar dari berbagai kecurangan yang mungkin terjadi.
Untuk standar kelulusan tahun ini bukan ditentukan dari nilai UN tapi akumulasi dari nilai-nilai sekolah serta nilai yang lainnya. Akan tetapi, siswa diharapkan tetap bersemangat dalam menghadapi UNBK ini, karena diharapkan UNBK ini dapat menjadi tolak ukur bagi siswa/i seberapa jauh kemampuan atau potensi dimiliki siswa/i.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Pemilihan Ketua & Wakil OSIS SMK YMIK 2016-2017 dimenangkan calon urut 2


 
Jakarta - Kegiatan yang sudah berlangsung seperti Penyampaian Visi dan Misi,Debat Kampanye Ketua & Wakil OSIS, serta Penghitungan suara diselesaikan pada Jum'at,30 September 2016.

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.

 Ketua & Wakil OSIS SMK YMIK Masa Bakti 2016-2017 dimenangkan oleh Tiara Anjani & M.Farhan,Selamat...Semoga bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi, tingkatkan etos kerja..dan tetap berpegang & berfokus menjalnkan tugas yang diamanahkan selama satu tahun kedepan... Segenap Keluarga Besar OSIS SMK YMIK turut mengucapkan beribu terima kasih kepada pihak sekolah, siswa/i SMK YMIK, serta bapak//ibu guru dan karyawan SMK YMIK yang sudah mendukung selama Pelaksanaan Kegiatan Berlangsung


Pemilihan Ketua & Wakil OSIS SMK YMIK 2016-2017


Jakarta - Pembelajaran tentang demokrasi tidak hanya digenjarkan saat menjelang pemilihan umum. Tapi juga di kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Seperti yang digelar SMK YMIK, Jum'at (30/9).
Beberapa bilik suara sudah tertata rapi di lapangan sekolah.Disisi lain, terdapat beberapa murid yang mengawasi di belakang meja.Tertempel pula nama-nama murid yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), persis seperti pemilu.
Dari pagi sampai menjelang sore, SMK YMIK sedang mengadakan hajatan demokrasi bertajuk pemilihan ketua OSIS (Pemilos). Kegiatan tersebut sengaja dibuat menyerupai pemilihan umum baik secara tahapan, sarana prasarana hingga perangkat pelaksananya.
Tujuan pelaksanaan Demokrasi Pancasila di sekolah yaitu mendidik anak-anak dan mengantarkan mereka menuju fase kedewasaan, agar mereka mandiri baik secara psikologis maupun sosial dengan menitik beratkan pada pengembangan ketrampilan intelektual, keterampilan pribadi dan sosial.
Pengembangan nilai-nilai demokrasi di sekolah tidak akan lepas dari peran guru dan kurikulum. Untuk itu hendaknya guru lebih dahulu memahami tentang nilai-nilai demokrasi agar dapat menggunakan dan memanfaatkan kurikulum yang berlaku untuk proses pengembangan nilai-nilai demokrasi.

Pengembangan nilai-nilai demokratis di dekolah juga perlu diterapkan untuk menghadapi era globalisasi yang kini diyakini akan menghadirkan banyak perubahan global seiring dengan akselerasi keluar masuknya berbagai kultur dan peradaban baru dari berbagai bangsa di dunia. Itu artinya, dunia pendidikan dalam mencetak sumberdaya manusia yang bermutu dan profesional harus menyiapkan generasi yang demokratis, sehingga memiliki resistence yang kokoh di tengah-tengah konflik peradaban.ucap, M.Taufiqurrohman selaku Pembina OSIS SMK YMIK".

Rabu, 28 September 2016

Daftar Penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar) SMK YMIK 2016




Cara Mengambil Dana BSM/PIP SMK 2016

PERHATIAN

Apabila Anda membawa persyaratan pencairan BSM/PIP 2015 ke Bank, namun bank menyampaikan bahwa Virtual Account salah atau tidak ada, dsb., mohon memberitahukan kepada pihak Kantor Cabang Bank BRI bahwa informasi dari BRI Pusat, Kantor Cabang di daerah diminta untuk mengakses APLIKASI “BSM/PIP 2016” BUKAN APLIKASI BSM 2015. Panjang Digit Virtual Account PIP 2016 adalah 20 digit.
SEBELUM ANDA PERGI KE BANK, ADA BAIKNYA JIKA MENGECEK NOMOR VIRTUAL ACCOUNT TERLEBIH DAHULU UNTUK MENGETAHUI APAKAH NOMOR TERSEBUT. SUDAH BISA DICAIRKAN ATAU BELUM, SILAHKAN BUKA MENU CEK VIRTUAL ACCOUNT.

Terima kasih

MEKANISME PENGAMBILAN DANA PIP SMK 2016

Pengambilan/pencairan dana PIP dilakukan oleh peserta didik/penerima kuasa di bank penyalur dengan ketentuan sebagai berikut:

Virtual Account


  • Pengambilan langsung oleh peserta didik dengan membawa Surat Keterangan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga. Untuk peserta didik yang tidak memiliki KTP didampingi oleh guru/kepala sekolah/ orangtua/wali.
  • Pengambilan secara kolektif oleh Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dengan membawa dokumen sebagai berikut:
    1) Surat Keterangan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga (format terlampir);
    2) Fotokopi KTP Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dan menunjukan aslinya;
    3) Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga defenitif yang masih berlaku);
    4) Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) (format terlampir, silakan mengunduh Juklak).

Rekening Tabungan


  • Sebelum pencairan/pengambilan dana, untuk rekening tabungan harus dilakukan aktivasi terlebih dahulu oleh peserta didik, dengan membawa: (1) Surat Keterangan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dan (2) tanda pengenal (KIP/Kartu Pelajar/Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga/Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah). Untuk peserta didik SD dan SMP yang tidak memiliki KTP didampingi oleh guru/kepala sekolah/orangtua/wali. Setelah aktivasi, dana PIP dapat langsung diambil/dicairkan oleh peserta didik penerima.
  • Pengambilan dana dapat dilakukan dengan cara:
    1. Pengambilan langsung oleh peserta didik dengan membawa tanda pengenal seperti: KIP/Kartu Pelajar/Kartu Tanda Penduduk/Kartu Keluarga/Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah dan buku tabungan.
    2. Pengambilan secara kolektif oleh Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dengan membawa Surat Kuasa dari orang tua/wali (untuk SD/paket A dan SMP/paket B) atau dari peserta didik (untuk SMA/paket C dan SMK/Lembaga Kursus) penerima PIP, dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
      1. Fotokopi KTP Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dan menunjukkan aslinya;
      2. Fotokopi SK Pengangkatan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga definitif yang masih berlaku;
      3. Buku tabungan peserta didik yang diambil secara kolektif;
      4. Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) (format terlampir, silakan mengunduh Juklak).

Kolektif


  • Pengambilan kolektif dapat dilakukan apabila penerima PIP berada di daerah yang sulit untuk mengakses ke bank/lembaga penyalur (tidak ada kantor bank/lembaga penyalur di kecamatan sekolah/tempat tinggal peserta didik), biaya transport pengambilan lebih besar/tidak seimbang dari bantuan yang akan diterima), atau cuaca buruk/kondisi lingkungan yang membahayakan siswa.
    Dana yang sudah dicairkan oleh penerima kuasa harus segera diberikan kepada siswa penerima yang bersangkutan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pencairan kolektif, dan pelaporan pencairan kolektif dilakukan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah pencairan kolektif ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (format terlampir, silakan mengunduh Juklak).

SMK/Kursus dan Pelatihan


  • Bagi penerima PIP dari lembaga Kursus dan Pelatihan, proses pencairan dilakukan secara kolektif oleh pimpinan lembaga dengan memenuhi persyaratan pencairan kolektif mengingat durasi pembelajaran relatif singkat.

Alur Penyaluran Manfaat kepada Siswa Non Kartu Indonesia Pintar

  SKEMA TIM BSM PENGOLAHAN DATA NON KIP

Keterangan

  1. Sekolah mengusulkan siswa yang akan menjadi calon penerima pip dengan cara memvalidasi atau menandai keterangan Layak dan tidak layak pada siswa yang tidak mempunyai KIP namun layak mendapatkan PIP ke Aplikasi Dapodik kemudian disinkronkan.
  2. Tim Data dari Direktorat SMK akan mendownload data usulan yang masuk di Dapodik.
  3. Tim Data akan memvalidasi berdasarkan keterangan layak dan tidak layak siswa-siswa yang diusulkan.
  4. Tim Data dari Direktorat SMK membuat SK dan Virtual Account sesuai data yang lolos validasi.
  5. Tim Data dari Direktorat SMK akan mengupload lampiran nama-nama beserta Virtual Account di website : pipsmk.ditpsmk.net
  6. Sekolah mendownload data nama-nama dan Virtual Account penerima PIP yang kemudian akan dibagikan kepada siswa.
  7. Siswa yang sudah mendapatkan Virtual Account membawa Nomor virtual beserta kelengkapan pencairan lainnya ke Lembaga penyalur (Bank BRI) sebagai syarat pengambilan dana PIP.

Alur Penyaluran Manfaat kepada Siswa Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Alur Penyaluran Manfaat kepada Siswa Pemegang Kartu Indonesia Pintar

  SKEMA TIM BSM PENGOLAHAN DATA

Keterangan

  1. Siswa pemilik KIP mendaftar ke sekolah sebagai calon penerima PIP dengan menunjukan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  2. Sekolah menginput No. KIP ke Aplikasi Dapodik kemudian disinkronkan. (Dapodik akan mengakomodir entry nomor KIP pada tahun ajaran baru 2016/17 (Aplikasi versi terbaru). Solusi sementara silakan nomor KIP dientry pada kolom KPS di aplikasi Dapodik).
  3. Tim Data dari Direktorat SMK akan mendownload data usulan yang masuk di Dapodik.
  4. Tim Data akan memvalidasi no. KIP yang diusulkan adalah merupakan nomor yang benar atau tidak.
  5. Tim Data dari Direktorat SMK membuat SK dan Virtual Account sesuai data yang lolos validasi.
  6. Tim Data dari Direktorat SMK akan mengupload lampiran nama-nama beserta Virtual Account di website : pipsmk.ditpsmk.net
  7. Sekolah mendownload data nama-nama dan Virtual Account penerima PIP yang kemudian akan dibagikan kepada siswa.
  8. Siswa yang sudah mendapatkan Virtual Account membawa Nomor virtual beserta kelengkapan pencairan lainnya ke Lembaga penyalur (Bank BRI) sebagai syarat pengambilan dana PIP.